Jakarta, 21 April 2025
Dalam rangka memperingati Hari Bumi 22 April 2025, Kementerian Agama Republik Indonesia meluncurkan Gerakan Penanaman Sejuta Pohon Matoa yang melibatkan lebih dari 5.000 madrasah di seluruh Indonesia. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Ekoteologi yang menjadi salah satu dari delapan program prioritas Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Penanaman pohon dipusatkan di Kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Cimanggis, Depok, dan diikuti secara daring oleh ASN Kemenag dan warga madrasah dari berbagai daerah.
Dilansir dari kemenag.go.id, tanggal 21 April 2025, sebanyak 4.085 madrasah negeri dan 714 madrasah swasta penerima program Adiwiyata turut berpartisipasi dalam gerakan ini.
“Total ada 50.000 pohon yang disiapkan dan akan ditanam serentak oleh warga madrasah di daerah masing-masing,” ujar Direktur KSKK Madrasah, Nyayu Khodijah.
Kegiatan ini bukan hanya simbolis, melainkan bentuk nyata peran madrasah dalam mendukung pelestarian lingkungan. Penanaman pohon dilakukan di halaman atau lingkungan sekitar madrasah.
Nyayu menjelaskan bahwa program ini juga merupakan bentuk kolaborasi antara Kemenag dan Kementerian Kehutanan dalam penyediaan bibit.
“Kami sudah berkoordinasi untuk mendistribusikan bibit ke madrasah negeri maupun swasta,” terangnya.
Ia menambahkan, pelestarian lingkungan bukan hanya soal penghijauan, tapi juga pendidikan karakter dan tanggung jawab terhadap alam.
“Madrasah go green adalah kampanye nyata yang menunjukkan kepedulian madrasah terhadap lingkungan,” tegasnya.
Sumber: Kemenag.go.id – “Kemenag Libatkan Lebih 5.000 Madrasah dalam Gerakan Penanaman Sejuta Pohon,” 21 April 2025
Tag: madrasah go green, hari bumi 2025, sejuta pohon matoa, kemenag, ekoteologi
Tinggalkan Komentar