Di Hari Guru, banyak dari kita yang mungkin lupa akan makna sesungguhnya menjadi seorang guru. Profesi ini tidak sekadar soal mengajar sesuai jadwal, hadir di kelas, atau memiliki sertifikat profesional. Menjadi guru sejati jauh lebih dalam dari itu.
Guru bukan hanya “orang yang mengajar.” Banyak orang mengaku guru, tapi perilaku, dedikasi, dan integritasnya belum mencerminkan itu. Seseorang bisa memiliki ijazah dan sertifikat mengajar, tapi belum tentu ia mendidik.
Mengajar hanyalah salah satu aspek. Mendidik berarti menanamkan nilai, membimbing ke arah kedewasaan, dan mengembangkan potensi anak didik secara menyeluruh—pikiran, emosi, akhlak, dan spiritualitas.
Saat ini, banyak lembaga pendidikan hanya fokus pada pengajaran. Targetnya: siswa menguasai materi, lulus ujian, dapat ijazah. Tapi apakah itu cukup?
Pendidikan seharusnya:
Jika seseorang lulus, tapi belum mandiri, belum tahu siapa dirinya, belum mengenal masyarakatnya, apalagi belum sadar akan kehadiran Tuhan—maka ia belum benar-benar dididik.
Indonesia sudah punya ribuan sekolah dan perguruan tinggi. Namun masih banyak masalah yang mencuat:
Semua itu seharusnya menyentil kita: apakah pendidikan kita sudah mendidik, atau baru sekadar mengajar? Apakah guru-guru kita sudah berperan sebagai pendidik sejati, atau baru hadir saat mengisi jadwal?
Guru terbaik bukan yang hanya hadir saat ada tugas. Bukan pula yang hanya mengejar angka kredit atau kelulusan siswa. Guru sejati hadir secara utuh—baik saat di kelas maupun di luar kelas. Ia menjadi contoh. Ia membentuk, bukan sekadar menyampaikan.
Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” Maka guru pun seharusnya menjadi perpanjangan misi itu.
Peringatan Hari Guru seharusnya bukan hanya seremoni. Ini saatnya kita merenung:
Semoga kita semua diberi kekuatan untuk terus belajar, tumbuh, dan menjadi guru terbaik—yang bukan hanya mengajar, tapi juga menginspirasi dan mendidik.
Wallahu a’lam.
📌 Sumber asli artikel:
Prof. Dr. H. Imam Suprayogo – UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
https://uin-malang.ac.id
Tinggalkan Komentar