Artikel ini disusun sebagai bahan latihan komprehensif bagi siswa SD/MI yang akan mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA). Seluruh soal diambil dan disusun ulang dari teks bacaan yang umum muncul pada TKA, dilengkapi kunci jawaban dan pembahasan jelas agar siswa benar-benar paham.
Telaga Biru Cicerem terletak di Desa Kadulela, Kuningan, Jawa Barat. Tempat ini indah dan sejuk. Banyak orang berkunjung untuk berlibur.
Di sekitar telaga ada pohon besar. Ada pohon sejenis beringin di tepi telaga. Di bawah pohon ini terdapat ayunan cantik. Di sini pengunjung dapat berfoto dengan latar telaga.
Air di telaga sangat jernih. Warna air biru kehijauan. Ikan-ikan terlihat dari atas. Ada ikan mas, nila, dan koi. Warna ikan sangat menarik.
Untuk menuju telaga, pengunjung dapat menaiki tangga. Disediakan tangga di beberapa tempat menuju telaga. Pengunjung tidak perlu khawatir kelelahan. Udara sejuk membuat lelah tak terasa.
Telaga ini mulai terkenal sejak 2010. Tempat ini sekarang dikelola oleh desa setempat. Tempat parkir dan warung sudah rapi. Harga tiket masuk ke telaga masih terjangkau.
Dekat telaga ada Side Land. Tempat ini punya kolam renang. Perosotannya panjang dan seru. Di kawasan ini pengunjung bisa menginap di vila. Ada juga tempat untuk berkemah.
Embun upas termasuk fenomena alam berupa embun yang membeku dan menyerupai salju. Fenomena ini terjadi di dataran tinggi seperti Gunung Bromo dan muncul pada musim kemarau.
Embun upas terjadi ketika suhu udara mencapai titik beku. Embun membeku dan membentuk lapisan tipis yang menutupi tanah, tanaman, dan bebatuan.
Embun upas biasanya terlihat sekitar pukul 04.00 WIB dan mulai mencair saat matahari meninggi. Fenomena ini menjadi daya tarik wisatawan.
Pengunjung disarankan datang pagi hari dan mengenakan pakaian tebal seperti jaket, sarung tangan, dan penutup kepala.
“Lihat empat julang itu!” seru Lery.
Berto mengucek kedua matanya. Benarkah ada empat julang? Setahu Berto, julang tidak terbang ramai-ramai. Mereka biasanya terbang sendirian atau berpasangan.
“Hanya dua, Lery,” kata Berto.
Lery mengucek kedua matanya. “Berto, kok kamu ada dua?” pekik Lery.
“Hah? Mana?” Berto menoleh ke kiri dan ke kanan. Apa yang terjadi dengan Lery?
Berto berpikir Lery sedang lapar. Itu sebabnya semua yang dilihat jadi dua. Akhirnya, Berto mengajak Lery pulang.
Sesampai di rumah, Berto menemui Mama Lery dan menceritakan kondisi Lery. Mama lalu mengajak Lery ke puskesmas.
Dokter memeriksa mata Lery. Semua benda terlihat ganda. Dokter menjelaskan bahwa Lery mengalami diplopia binokuler atau penglihatan ganda. Agar dapat melihat jelas, satu mata Lery harus ditutup. Dokter pun memasangkan penutup mata.
“Wajahku jadi terlihat aneh,” kata Lery.
Dalam perjalanan pulang, Lery menjadi pendiam dan menunduk. Ia menolak ajakan Berto untuk bermain dan memilih langsung pulang.
B. Lery bermain dengan Berto lalu terjatuh dan matanya terkena pasir.
C. Lery mengalami gangguan penglihatan, Berto memberi tahu Mama Lery, dan Lery harus memakai penutup mata.
D. Lery melihat empat julang, dibawa ke puskesmas, didiagnosis penglihatan ganda, dan harus memakai penutup mata.
| Peristiwa | Sesuai | Tidak Sesuai |
|---|---|---|
| Seseorang murung saat kondisinya berbeda dengan orang lain | ✓ | |
| Berbicara lantang kepada orang tua teman | ✓ | |
| Gangguan penglihatan diperiksa ke dokter | ✓ |
Artikel ini dirancang sebagai paket latihan siap pakai TKA SD/MI. Guru dapat menggunakannya sebagai bahan evaluasi, sementara siswa bisa belajar mandiri dengan memahami pembahasan setiap soal.
Tinggalkan Komentar