Banjarmasin, 19 Juni 2025 — Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Nor Rahman Banjarmasin kembali menggelar kegiatan class meeting yang penuh muatan budaya lokal. Hari ini, Kamis (19/06/25) madrasah melaksanakan Lomba Bakisah (bercerita) Bahasa Banjar yang diikuti oleh perwakilan siswa laki-laki dan perempuan dari kelas 3 hingga kelas 5.
Bertempat di halaman madrasah, lomba ini menjadi salah satu kegiatan penutup semester genap tahun ajaran 2024–2025 setelah pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT). Setiap kelas mengirimkan dua wakil terbaiknya untuk tampil membawakan cerita rakyat dan kisah bermuatan nilai-nilai lokal dalam bahasa Banjar.
Lomba dinilai langsung oleh Kepala Madrasah Zaini, S.Pd.I., M.Pd., dan Koordinator Kesiswaan Mursidah, S.Ag., S.Pd.I., yang bertindak sebagai dewan juri. Penilaian mencakup aspek pelafalan, ekspresi, keaslian cerita, dan penggunaan bahasa Banjar yang baik dan benar.

“Kegiatan ini tidak hanya melatih keberanian tampil di depan umum, tapi juga menjadi sarana pelestarian budaya daerah. Kami ingin siswa bangga dengan bahasa dan identitas lokalnya,” ujar Zaini di sela kegiatan.
Antusias peserta dan penonton terlihat tinggi sejak awal lomba. Banyak siswa yang menampilkan cerita dengan penuh ekspresi dan gaya bahasa khas Banjar, membuat suasana terasa hidup dan meriah.
Mursidah menyampaikan bahwa lomba ini juga bagian dari pembinaan keterampilan berbahasa dan penguatan karakter melalui cerita.
“Setiap anak punya cara menyampaikan cerita. Dari situ kita lihat keberanian, daya ingat, dan kepedulian mereka terhadap budaya. Ini bukan hanya lomba, tapi pembelajaran bermakna,” jelas Mursidah.
Lomba Bakisah ini direncanakan menjadi kegiatan tahunan yang konsisten digelar sebagai bagian dari penguatan profil pelajar Pancasila dan kecintaan terhadap budaya daerah.



Tinggalkan Komentar