Banjarmasin (MIS Nor Rahman) – Setiap 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Lahirnya Pancasila. Namun, tahukah Anda bahwa dasar negara kita ini sebenarnya lahir dari sebuah pidato yang tidak direncanakan secara tertulis? Ya, Pancasila lahir dari semangat spontan Ir. Soekarno dalam sidang bersejarah Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), tepatnya pada tanggal 1 Juni 1945.
Di tengah kekuasaan militer Jepang, para tokoh bangsa berkumpul untuk membahas dasar negara. Namun, hingga hari keempat sidang, belum ada titik terang. Saat itulah, Ir. Soekarno tampil dan menyampaikan pidato tanpa teks yang kemudian dikenal sebagai “Lahirnya Pancasila.”
Dalam pidato tersebut, Bung Karno memperkenalkan lima prinsip utama:
Kelima sila inilah yang menjadi fondasi Pancasila, dasar negara Republik Indonesia.
Pidato ini disampaikan di gedung Chuo Sangi In, yang kini dikenal sebagai Gedung Pancasila di Jakarta. Dalam suasana yang sangat dikontrol oleh pemerintahan militer Jepang, Bung Karno tetap berani menyuarakan semangat merdeka. Pidato itu diterima secara aklamasi oleh seluruh anggota BPUPKI.
Tak lama setelah pidato tersebut, dibentuklah Panitia Sembilan—yang terdiri dari tokoh-tokoh besar seperti Mohammad Hatta, Agus Salim, dan Mohammad Yamin—untuk menyusun naskah dasar negara. Hasilnya kemudian dijadikan Mukadimah UUD 1945 dan disahkan dalam sidang PPKI pada 18 Agustus 1945.
Istilah “Lahirnya Pancasila” baru digunakan dua tahun setelah proklamasi kemerdekaan. Julukan ini diberikan oleh Dr. Radjiman Wedyodiningrat dalam kata pengantar buku pidato Bung Karno yang pertama kali dibukukan pada 1947. Beliau menyebut bahwa pidato tersebut merupakan “demokratisch beginsel”, ideologi hukum negara yang keluar dari jiwa Bung Karno secara spontan dan tulus.
Memperingati Hari Lahir Pancasila bukan hanya soal upacara dan seremonial. Lebih dari itu, ini adalah momen untuk mengingat kembali makna pengorbanan dan keberanian untuk memikirkan masa depan bangsa, bahkan di bawah tekanan penjajahan.
Pidato 1 Juni bukan sekadar sejarah, tapi napas panjang perjuangan yang melahirkan identitas bangsa. Di era digital dan globalisasi ini, memahami sejarah lahirnya Pancasila adalah bagian dari menjaga jati diri Indonesia.
Sumber: Wikipedia – Lahirnya Pancasila (https://id.wikipedia.org/wiki/Lahirnya_Pancasila)
Tinggalkan Komentar