Banjarmasin – Rabu, 6 Agustus 2025, kegiatan pagi di Kelas 2B MI Nor Rahman Banjarmasin kembali berjalan dengan penuh semangat dan makna. Dimulai dengan sholat dhuha berjamaah, lalu dilanjutkan dengan pembacaan kitab Akhlak Lil Banin, siswa diajak memahami pentingnya menjauhi perbuatan tercela, terutama bullying, mengejek, dan bersikap usil kepada teman.
Wali kelas, Muhammad Hafiz Ansyari, memandu langsung kegiatan tersebut. Dalam penyampaiannya, ia menekankan bahwa seorang anak Muslim harus menjauhi akhlak buruk, karena hal tersebut bukan hanya merugikan teman, tetapi juga menjauhkan dari ridho Allah.
“Mengejek, mem-bully, atau usil itu bukan tanda keberanian, tapi akhlak yang harus dihindari. Anak saleh itu yang disukai Allah dan disayang teman,” ucap Hafiz saat menjelaskan isi kitab.
Meskipun kegiatan berjalan lancar, masih terdapat satu siswa yang tidak bisa ikut sholat dhuha karena tidak membawa sajadah. Setelah ditanyakan, diketahui bahwa orang tua khawatir anak membawa terlalu banyak barang.
Menanggapi hal tersebut, wali kelas menyampaikan pemahaman dan menghimbau agar orang tua tetap mendukung program pembiasaan ini.
“Kami sangat mengerti kekhawatiran orang tua, namun sajadah yang dibawa cukup yang ringan dan praktis. Yang terpenting adalah menanamkan disiplin dan tanggung jawab anak sejak kecil.”
Wali kelas juga kembali mengingatkan bahwa setiap Senin, Selasa, dan Rabu, siswa wajib membawa perlengkapan ibadah:
- Laki-laki: Sajadah
- Perempuan: Mukena dan sajadah
Program ini tidak hanya melatih ibadah, tapi juga membentuk karakter anak agar tumbuh sebagai pribadi yang religius, disiplin, dan berakhlak baik.
Tinggalkan Komentar