Jakarta – Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) resmi menetapkan awal bulan Syaban 1447 Hijriah jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026. Penetapan ini dilakukan berdasarkan hasil rukyatul hilal yang digelar pada Senin (19/1/2026).
“Awal bulan Sya’ban 1447 H bertepatan dengan Selasa Pahing, 20 Januari 2026 M, mulai malam Selasa, atas dasar rukyah,” demikian tertulis dalam pengumuman resmi LF PBNU.
Dengan penetapan tersebut, malam Nisfu Syaban 1447 H dipastikan jatuh pada Selasa malam, 3 Februari 2026.
Keputusan LF PBNU diambil setelah menerima laporan rukyatul hilal dari sejumlah lokasi. Salah satu titik yang berhasil melihat hilal adalah Pos Observasi Bulan (POB) Cibeas, Sukabumi, Jawa Barat.
Hilal dilaporkan terlihat pada pukul 18.31 WIB, baik menggunakan teleskop maupun dengan mata telanjang. Rukyat tersebut diselenggarakan oleh Lembaga Falakiyah PBNU bekerja sama dengan BHRD Sukabumi dan Pondok Pesantren Daarul Hikam Cibereum.
Empat saksi yang menyatakan melihat hilal adalah KH Aang Yahya, KH Asep Syafruddin, KH Anshori Fudholi, dan Ust Uzen.
Dengan dimulainya Syaban pada 20 Januari 2026, maka tanggal 15 Syaban atau Nisfu Syaban jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026, dimulai sejak malam harinya.
Malam Nisfu Syaban dikenal sebagai salah satu malam yang banyak dimanfaatkan umat Islam untuk memperbanyak ibadah, seperti doa, dzikir, dan introspeksi diri, meski tidak ada amalan khusus yang disepakati secara mutlak.
LF PBNU meminta seluruh jajaran PWNU dan PCNU di berbagai daerah untuk menyebarluaskan pengumuman ini kepada warga Nahdlatul Ulama.
Dengan pengumuman ini, warga NU diharapkan dapat menyesuaikan pelaksanaan ibadah di bulan Syaban, termasuk persiapan menyambut Ramadhan.
Artikel ini disadur dan dikembangkan dari pemberitaan NU Online, berjudul “LF PBNU Umumkan Awal Sya’ban 1447 H Jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026”, ditulis oleh Muhammad Syakir NF, terbit 19 Januari 2026.
Tinggalkan Komentar