Oleh: Muhammad Hafiz Ansyari
Wali Kelas 2B MIS Nor Rahman Banjarmasin
Rabu, 20 Agustus 2025, saya bersama seluruh dewan guru MIS Nor Rahman mengikuti Pelatihan Moderasi Beragama dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di Wisma PGRI Kalimantan Selatan. Pelatihan ini memberi banyak inspirasi, sekaligus menguatkan apa yang sudah saya jalankan di kelas 2B selama ini.
Sejak awal tahun ajaran, saya sudah merancang beberapa program sederhana yang menanamkan nilai agama, akhlak, dan cinta ilmu dalam keseharian murid.
Kegiatan ini saya jalankan setiap minggu, dan perlahan-lahan tampak perubahan sikap murid yang lebih tertib, santun, dan semangat belajar.
Materi KBC yang kami dapatkan menegaskan bahwa pendidikan harus punya “jiwa”, bukan sekadar rutinitas. Ada enam aspek cinta yang perlu ditanamkan: cinta kepada Allah, Rasulullah, diri sendiri, sesama, lingkungan, dan bangsa.
Saya merasa apa yang kami lakukan di kelas 2B sejalan dengan semangat itu. Pojok baca, sholat dhuha, dan pembacaan kitab adalah langkah kecil untuk menumbuhkan cinta ilmu, cinta ibadah, dan cinta akhlak.
Kutipan dari Pak Salafudin yang mengatakan “cinta itu ada di mana-mana” semakin memotivasi saya untuk menjaga suasana kelas tetap penuh kasih. Saya belajar bahwa teladan cinta jauh lebih kuat daripada teguran dengan amarah.
Dengan bekal dari pelatihan ini, saya ingin terus menguatkan program yang sudah ada sekaligus menambahkan kegiatan baru. Misalnya refleksi pagi, budaya 3S (salam, senyum, sapa), dan kisah inspiratif mingguan.
Saya berharap, kelas 2B bisa menjadi ruang belajar yang bukan hanya mencerdaskan otak, tetapi juga melembutkan hati. Anak-anak tumbuh sebagai generasi yang cerdas, berakhlak, dan penuh kasih sayang.
Tinggalkan Komentar