Ramadhan telah memasuki malam ke-15, dan sebagian besar umat Islam, terutama Nahdliyin, mulai menghidupkan tradisi membaca doa qunut saat shalat witir pada rakaat terakhir. Tradisi ini bukan hal baru, melainkan telah berlangsung sejak zaman sahabat Nabi seperti Ubay Ibn Ka’ab dan Umar Ibn Khatab.
Baca qunut di rakaat terakhir witir pada separuh terakhir Ramadhan telah menjadi amalan yang kuat dalam mazhab Syafi’i. Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menyatakan bahwa sunnah membaca qunut pada akhir witir lebih utama dilakukan di separuh akhir Ramadhan, meski ada perbedaan pendapat di kalangan ulama Syafi’iyyah.
Beberapa pendapat lain bahkan menyebutkan bahwa qunut bisa dilakukan sepanjang Ramadhan atau bahkan di seluruh shalat sunnah, sesuai dengan mazhab Abu Hanifah. Namun model yang paling dianjurkan menurut Syafi’iyyah adalah qunut khusus di separuh akhir Ramadhan.
Berikut teks doa qunut beserta latin dan terjemahannya:
Arab:
اَللّهُمَّ اهْدِنَا فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنَا فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنَا فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لًنَا فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنَا شَرَّمَا قَضَيْتَ فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ
تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Latin:
Allahummahdinâ fî man hadait. Wa ‘âfinâ fî man ‘âfait. Wa tawallanâ fî man tawallait. Wa bâriklanâ fî mâ a‘thait. Wa qinâ syarra mâ qadhait. Fa innaka taqdhî wa lâ yuqdhâ ‘alaik. Wa innahû lâ yazillu man wâlait. Wa lâ ya‘izzu man ‘âdait.
Tabârakta rabbanâ wa ta‘âlait. Fa lakal hamdu a’lâ mâ qadhait. Wa astagfiruka wa atûbu ilaik, wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alâ âlihi wa shahbihi wa sallam.
Terjemahan:
“Ya Allah, berikanlah petunjuk kepada kami sebagaimana Engkau tunjukkan kepada orang yang Engkau beri petunjuk. Dan berilah kesehatan kepada kami sebagaimana Engkau berikan kepada orang yang Engkau beri kesehatan. Peliharalah kami sebagaimana Engkau pelihara orang yang Engkau pelihara, dan berkahilah kami atas apa yang Engkau karuniakan, dan selamatkan kami dari bahaya apa yang Engkau tetapkan. Sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan tidak ada yang menghukum terhadap-Mu. Sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin dan tidak mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Suci Engkau, ya Tuhan kami, dan Maha Tinggi Engkau. Segala puji bagi-Mu atas apa yang Engkau putuskan. Aku memohon ampun dan bertaubat kepada-Mu, dan semoga Allah memberkahi Nabi Muhammad, keluarga, dan sahabatnya.”
Membaca doa qunut saat witir di separuh akhir Ramadhan adalah amalan yang dianjurkan, terutama bagi pengikut mazhab Syafi’i. Tradisi ini mengingatkan umat Islam pada pentingnya doa dan pengharapan di bulan yang penuh berkah, sekaligus meneladani praktik para sahabat Nabi saw.
Dengan memahami hukum dan tata cara qunut, umat Islam dapat menjalankan shalat witir dengan penuh kesadaran spiritual, khususnya di malam-malam Ramadhan yang penuh keberkahan.
Sumber referensi: NU Online – “Ini Hukum Baca Qunut saat Witir di Separuh Terakhir Ramadhan”
Tinggalkan Komentar