Sejarah bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk dijadikan cermin. Dari kisah para sahabat Nabi Muhammad SAW, kita bisa belajar tentang kekuatan iman, bahaya godaan dunia, dan pentingnya istiqamah. Salah satu kisah yang penuh hikmah adalah tentang Ar-Rajjal bin ‘Unfuwah, seorang sahabat yang awalnya belajar Al-Qur’an bersama Rasulullah, namun akhirnya tersesat karena fitnah dunia.
Ar-Rajjal dikenal sebagai sosok yang rajin membaca Al-Qur’an, khusyuk beribadah, dan aktif berbuat baik. Ia termasuk rombongan Bani Hanifah yang datang ke Madinah untuk memeluk Islam. Bahkan, ia pernah duduk dalam majelis Rasulullah SAW bersama Abu Hurairah.
Namun pada suatu kesempatan, Rasulullah SAW bersabda:
“Di antara kalian ada seorang yang gerahamnya kelak di neraka lebih besar daripada Gunung Uhud.”
Sabda ini membuat semua yang hadir merasa takut, termasuk Abu Hurairah. Bertahun-tahun kemudian, sabda Nabi itu terbukti—yang dimaksud adalah Ar-Rajjal.
Saat muncul Musailamah al-Kadzdzab, seorang pendusta yang mengaku nabi, Ar-Rajjal tergoda. Ia bukan hanya terpengaruh, tetapi juga memberikan kesaksian palsu yang mendukung klaim Musailamah. Ia bahkan berkata:
“Dua kambing sedang saling menanduk. Yang lebih kami sukai adalah kambing kami sendiri.”
Perkataan itu bermakna, ia lebih memilih Musailamah yang berasal dari kaumnya sendiri dibanding Rasulullah SAW. Dari seorang penghafal Al-Qur’an, ia terjatuh menjadi pengkhianat agama. Akhirnya, Ar-Rajjal tewas dalam peperangan melawan kaum Muslimin.
Kisah Ar-Rajjal memberi pesan yang sangat kuat: penampilan luar tidak menjamin keselamatan iman. Orang bisa terlihat rajin beribadah, fasih membaca Al-Qur’an, dan aktif dalam kebaikan, tetapi ujian sejati datang ketika berhadapan dengan fitnah harta, kekuasaan, dan loyalitas palsu.
Beberapa pelajaran penting:
Kisah ini mengingatkan kita untuk selalu menjaga hati. Jangan sampai kita tergelincir seperti Ar-Rajjal. Kita mohon kepada Allah agar selalu memberikan hidayah, menjaga istiqamah, dan mengakhiri hidup kita dengan husnul khatimah.
“Ya Allah, tetapkanlah hati kami di atas agama-Mu, lindungi kami dari fitnah dunia, dan karuniakanlah kami akhir yang baik.”
Tinggalkan Komentar