Bulan Rajab adalah salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT. Dalam kalender Hijriyah, Rajab menempati urutan ketujuh dan termasuk ke dalam empat bulan haram (al-asyhur al-hurum) yang memiliki keutamaan khusus. Pada bulan-bulan ini, pahala amal kebaikan dilipatgandakan, sementara dosa memiliki konsekuensi yang lebih berat.
Allah SWT berfirman:
اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌۗ
Artinya:
“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi. Di antaranya ada empat bulan haram.”
(QS. At-Taubah [9]: 36)
Para ulama sepakat bahwa Rajab memiliki keistimewaan tersendiri. Bahkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda:
رَجَبٌ شَهْرُ اللهِ وَشَعْبَانُ شَهْرِيْ وَرَمَضَانُ شَهْرُ أُمَّتِيْ
Artinya:
“Rajab adalah bulannya Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku.”
(Jâmi‘ul Ahadits, no. 12682)
Syekh Abdul Qadir al-Jilani dalam kitab Al-Ghun-yah menjelaskan bahwa Sayyidina Ali bin Abi Thalib karramallahu wajhah memiliki kebiasaan khusus. Beliau mengosongkan diri untuk beribadah secara total pada empat malam dalam setahun, yaitu:
Di antara amalan utama Sayyidina Ali pada malam-malam tersebut adalah membaca doa khusus berikut ini.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ مَصَابِيْحِ الْحِكْمَةِ، وَمَوَالِي النِّعْمَةِ، وَمَعَادِنِ الْعِصْمَةِ، وَاعْصِمْنِيْ بِهِمْ مِنْ كُلِّ سُوْءٍ، وَلَا تَأْخُذْنِيْ عَلَى غِرَّةٍ، وَلَا عَلَى غَفْلَةٍ، وَلَا تَجْعَلْ عَوَاقِبَ أَمْرِيْ حَسْرَةً وَنَدَامَةً، وَارْضَ عَنِّيْ؛ فَإِنَّ مَغْفِرَتَكَ لِلظَّالِمِيْنَ، وَأَنَا مِنَ الظَّالِمِيْنَ.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِيْ مَا لَا يَضُرُّكَ، وَأَعْطِنِيْ مَا لَا يَنْفَعُكَ، فَإِنَّكَ الْوَاسِعَةُ رَحْمَتُهُ، الْبَدِيْعَةُ حِكْمَتُهُ، فَأَعْطِنِي السَّعَةَ وَالدَّعَةَ، وَالْأَمْنَ وَالصِّحَّةَ، وَالشُّكْرَ وَالْمُعَافَاةَ وَالتَّقْوَى، وَأَفْرِغِ الصَّبْرَ وَالصِّدْقَ عَلَيَّ وَعَلَى أَوْلِيَائِكَ، وَأَعْطِنِي الْيُسْرَ، وَلَا تَجْعَلْ مَعَهُ الْعُسْرَ، وَاعْمُمْ بِذٰلِكَ أَهْلِيْ وَوَلَدِيْ وَإِخْوَانِيْ فِيْكَ، وَمَنْ وَلَدَنِيْ، مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
“Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarganya, pelita-pelita hikmah, pemilik kenikmatan, dan sumber penjagaan. Lindungilah aku dengan perantaraan mereka dari segala keburukan. Jangan Engkau mengambilku dalam keadaan tertipu atau lalai.
Jangan Engkau jadikan akhir urusanku sebagai penyesalan dan kesedihan. Ridailah aku, karena sesungguhnya ampunan-Mu diperuntukkan bagi orang-orang zalim, dan aku termasuk orang yang zalim.
Ya Allah, ampunilah aku atas dosa-dosa yang tidak membahayakan-Mu, dan berilah aku sesuatu yang tidak memberi manfaat apa pun bagi-Mu. Sesungguhnya rahmat-Mu Maha Luas dan hikmah-Mu Maha Indah.
Berilah aku kelapangan, ketenteraman, keamanan, kesehatan, rasa syukur, keselamatan, dan ketakwaan. Limpahkan kesabaran dan kejujuran kepadaku dan kepada para kekasih-Mu. Berilah aku kemudahan tanpa kesulitan, dan limpahkan semua itu kepada keluargaku, anak-anakku, saudara-saudaraku, orang tuaku, serta seluruh kaum muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat.”
Malam pertama bulan Rajab adalah momen berharga yang sering terlewatkan. Padahal, para sahabat Nabi seperti Sayyidina Ali memanfaatkannya untuk memperbanyak doa dan mendekatkan diri kepada Allah. Mari kita hidupkan malam istimewa ini dengan ibadah, doa, dan harapan akan rahmat-Nya.
Tinggalkan Komentar