Jakarta, 22 April 2025
CEO OpenAI, Sam Altman, mengungkapkan bahwa perusahaannya mengalami lonjakan tagihan listrik hingga puluhan juta dolar Amerika Serikat. Penyebabnya cukup unik: banyak pengguna ChatGPT yang menggunakan bahasa sopan seperti “tolong” dan “terima kasih” saat berinteraksi.
Dilansir dari Kompas.com, tanggal 22 April 2025, Altman menjelaskan melalui akun X resminya bahwa meningkatnya kompleksitas permintaan (prompt) yang sopan memicu beban komputasi lebih tinggi, sehingga konsumsi energi melonjak drastis.
“Berbicara sopan kepada AI ternyata mahal secara sistem,” kata Altman.
Menurut laporan The Electric Power Research Institute (EPRI), permintaan yang lebih panjang atau kompleks bisa mengonsumsi energi hingga 10 kali lipat lebih besar dibanding pencarian Google biasa. Sementara itu, studi dari University of Washington memperkirakan bahwa satu sesi ChatGPT bisa menghabiskan 0,14 kWh listrik—setara dengan menyalakan 14 lampu LED selama satu jam.
Selain energi, sistem AI juga memerlukan air dalam jumlah besar untuk mendinginkan server. Penelitian University of California, Riverside mencatat bahwa ChatGPT butuh sekitar 1,4 liter air untuk menghasilkan 100 kata dengan gaya bahasa sopan.
Data dari BestBrokers mencatat, konsumsi listrik tahunan ChatGPT bisa mencapai 1,059 miliar kWh dengan biaya operasional listrik mencapai sekitar 139,7 juta dolar AS (setara Rp 2,35 triliun).
Survei Future pada Februari 2025 mencatat bahwa 67% pengguna di Amerika bersikap sopan kepada AI, dengan 18% di antaranya menyatakan hal itu dilakukan untuk berjaga-jaga bila AI suatu saat “melawan manusia”. Sebagian besar lainnya menyebut, bersikap sopan kepada siapa pun—termasuk AI—adalah bentuk etika komunikasi yang baik.
Sumber: Kompas.com – Artikel berjudul “Bilang ‘Tolong’ dan ‘Terima Kasih’ ke ChatGPT Bikin OpenAI Rugi Jutaan Dollar, Kok Bisa?”, terbit 22 April 2025
Link: kompas.com/tren
Tag: chatgpt, openai, konsumsi listrik ai, interaksi sopan ai, biaya energi ai
Tinggalkan Komentar