JAKARTA – Pemerintah Kota Banjarmasin terus mengawal penyelesaian pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Kota Banjarmasin dan sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan. Sebagai bentuk keseriusan, Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda, bersama Sekretaris Daerah Ichrom Muftezar mendatangi Kantor Pusat PT PLN (Persero) di Jakarta untuk menyampaikan langsung berbagai keluhan masyarakat.
Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, agar aspirasi warga yang terdampak dapat disampaikan secara langsung kepada jajaran pimpinan PLN.
Dalam pertemuan itu, Pemerintah Kota Banjarmasin menjelaskan berbagai dampak yang dirasakan masyarakat akibat pemadaman listrik bergilir. Tidak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga, kondisi tersebut juga menimbulkan kerugian bagi pelaku UMKM, dunia usaha, dan pelayanan publik.
Selain itu, pemadaman listrik juga menyebabkan jaringan telekomunikasi terganggu karena sejumlah BTS kehilangan pasokan listrik. Akibatnya, masyarakat mengalami kesulitan berkomunikasi saat listrik padam.
Pemko juga menyampaikan laporan mengenai kerusakan peralatan elektronik, matinya ribuan ternak milik peternak, hingga rusaknya Air Susu Ibu (ASI) yang disimpan di lemari pendingin karena listrik padam dalam waktu cukup lama.
Dalam pertemuan tersebut, pihak PLN memaparkan kondisi sistem kelistrikan di Kalimantan melalui pusat pengendalian operasional.
Menurut PLN, pemadaman bergilir terjadi akibat gangguan pada tiga Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), yaitu PLTU Asam-Asam, PLTU Stagen, dan PLTU Tabalong. Gangguan tersebut menyebabkan defisit pasokan listrik sekitar 250 megawatt (MW) pada sistem kelistrikan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
PLN menyampaikan bahwa mulai 29 Juli 2026, durasi pemadaman bergilir mulai dikurangi menjadi sekitar tiga jam.
Sementara itu, proses perbaikan di ketiga PLTU ditargetkan selesai pada 3 Agustus 2026. Jika seluruh pekerjaan berjalan sesuai rencana, pasokan listrik diperkirakan kembali normal mulai 4 Agustus 2026 tanpa adanya pemadaman bergilir.
Wakil Wali Kota Banjarmasin menegaskan bahwa Pemerintah Kota akan terus memantau perkembangan perbaikan dan memastikan komitmen PLN benar-benar terlaksana.
Menurutnya, pemerintah daerah memahami besarnya dampak yang dirasakan masyarakat. Oleh sebab itu, seluruh aspirasi warga telah disampaikan secara langsung kepada PLN Pusat agar penanganan dilakukan secepat mungkin.
Pemko Banjarmasin juga berkomitmen terus berkoordinasi dengan PLN hingga pelayanan kelistrikan kembali normal sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa terganggu oleh pemadaman bergilir.
Sumber: Klikkalsel.com
Tinggalkan Komentar