Bacaan doa akhir tahun dan awal tahun lengkap Arab, latin, arti, serta cara mengamalkannya untuk menyambut pergantian Tahun Hijriah maupun Masehi.
Pergantian tahun menjadi waktu yang baik untuk memperbanyak doa. Bagi umat Islam, akhir tahun bukan hanya soal bergantinya angka dalam kalender. Momen ini dapat menjadi ruang untuk muhasabah, memohon ampunan, dan memperbaiki niat dalam menjalani hari-hari berikutnya.
Doa akhir tahun dan awal tahun selama ini lebih sering diamalkan saat pergantian tahun Hijriah. Namun, sebagian umat Islam juga membacanya ketika memasuki tahun baru Masehi. Hal itu dilakukan sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar diberi ampunan, perlindungan, kesehatan, keselamatan, dan kemudahan dalam melakukan kebaikan.
Dalam kitab Maslakul Akhyar, Habib Utsman bin Yahya mencantumkan doa akhir tahun dan doa awal tahun yang banyak diamalkan masyarakat Muslim. Doa ini berisi pengakuan atas kelemahan diri, permohonan ampun, serta harapan agar Allah SWT membimbing manusia menuju hidup yang lebih baik.
Doa akhir tahun dibaca sebagai bentuk permohonan ampun kepada Allah SWT atas kesalahan yang telah dilakukan selama satu tahun. Doa ini juga berisi harapan agar amal baik yang telah dikerjakan diterima oleh Allah SWT.
Bacaan Arab:
اَللّٰهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هٰذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِيْ وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ
Latin:
Allâhumma mâ ‘amiltu min ‘amalin fî hâdzihis sanati mâ nahaitanî ‘anhu, wa lam atub minhu, wa halumta fîhâ ‘alayya bi fadhlika ba‘da qudratika ‘alâ ‘uqûbatî, wa da‘autanî ilat taubati min ba‘di jarâ’atî ‘alâ ma‘shiyatik. Fa innî astaghfiruka, faghfirlî. Wa mâ ‘amiltu fîhâ mimmâ tardhâ, wa wa‘attanî ‘alaihits tsawâba, fa as’aluka an tataqabbala minnî wa lâ taqtha‘ rajâ’î minka yâ karîm.
Artinya:
Ya Allah, aku memohon ampun atas semua perbuatan yang telah kulakukan pada tahun ini, terutama perbuatan yang Engkau larang, tetapi belum sempat aku tobati. Engkau tetap menutupi kesalahanku dengan kemurahan-Mu, padahal Engkau berkuasa memberi hukuman kepadaku. Engkau juga selalu membuka jalan tobat setelah aku berani melakukan maksiat kepada-Mu.
Karena itu, aku memohon ampun kepada-Mu. Ampunilah aku. Terimalah amal baik yang telah kulakukan dan Engkau ridhai pada tahun ini. Jangan putuskan harapanku kepada-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.
Doa awal tahun dibaca sebagai permohonan agar Allah SWT memberi perlindungan, kekuatan, dan bimbingan dalam menjalani tahun yang baru. Doa ini juga mengandung harapan agar manusia dijauhkan dari godaan setan dan hawa nafsu yang buruk.
Bacaan Arab:
اَللّٰهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ
Latin:
Allâhumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa ‘alâ fadhlikal ‘azhîmi wa karîmi jûdikal mu‘awwal. Wa hâdzâ ‘âmun jadîdun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fîhi minas syaithâni wa auliyâ’ih, wal ‘auna ‘alâ hâdzihin nafsil ammârati bis sû’i, wal isytighâla bimâ yuqarribunî ilaika zulfâ, yâ dzal jalâli wal ikrâm.
Artinya:
Ya Allah, Engkaulah Tuhan yang kekal, terdahulu, dan awal dari segala sesuatu. Hanya kepada kemurahan-Mu yang agung aku menggantungkan harapan. Tahun baru telah datang. Aku memohon perlindungan kepada-Mu dari godaan setan dan para pengikutnya.
Aku juga memohon pertolongan-Mu agar mampu mengendalikan hawa nafsu yang sering mendorong kepada keburukan. Bimbinglah aku agar sibuk dengan amal yang mendekatkan diri kepada-Mu, wahai Tuhan Yang memiliki keagungan dan kemuliaan.
Doa akhir tahun biasanya dibaca menjelang pergantian tahun. Untuk tahun Hijriah, doa akhir tahun dapat dibaca sebelum Maghrib pada hari terakhir bulan Dzulhijjah. Setelah masuk Maghrib, umat Islam telah memasuki malam 1 Muharram, sehingga doa awal tahun dapat dibaca setelahnya.
Masing-masing doa dapat dibaca sebanyak tiga kali. Doa bisa dibaca sendiri di rumah atau bersama-sama di masjid, musala, majelis taklim, madrasah, dan lingkungan keluarga.
Untuk pergantian tahun Masehi, doa ini juga dapat diamalkan sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT. Intinya bukan pada perayaan tahun baru, melainkan pada muhasabah dan harapan agar hidup menjadi lebih baik.
Doa akhir tahun mengajarkan manusia agar tidak merasa suci dari kesalahan. Setiap orang memiliki kekurangan. Karena itu, akhir tahun menjadi waktu yang tepat untuk menundukkan hati, mengakui dosa, dan memohon ampun kepada Allah SWT.
Sementara itu, doa awal tahun mengajarkan pentingnya memulai hidup dengan niat yang bersih. Tahun baru sebaiknya tidak hanya diisi dengan rencana duniawi, tetapi juga dengan tekad memperbaiki ibadah, akhlak, pekerjaan, dan hubungan sosial.
Dua doa ini saling melengkapi. Doa akhir tahun mengajak manusia menutup masa lalu dengan istighfar. Doa awal tahun mengajak manusia membuka langkah baru dengan harapan, perlindungan, dan pertolongan Allah SWT.
Doa akhir tahun dan awal tahun dapat menjadi amalan baik untuk menyambut pergantian waktu. Melalui doa ini, umat Islam diajak untuk mengingat Allah, memperbaiki diri, dan memulai tahun baru dengan hati yang lebih tenang.
Pergantian tahun sebaiknya tidak hanya dimaknai sebagai perubahan kalender. Lebih dari itu, ia dapat menjadi momentum untuk meningkatkan ibadah, memperbaiki akhlak, menjaga keluarga, dan memperbanyak manfaat bagi sesama.
Sumber referensi:
NU Online Jombang.
NU Online Jatim.
Kitab Maslakul Akhyar karya Habib Utsman bin Yahya.
Tag: doa akhir tahun, doa awal tahun, doa akhir tahun arab latin, doa awal tahun arab latin, doa tahun baru hijriah, doa tahun baru masehi, amalan akhir tahun, doa 1 muharram
Tinggalkan Komentar