π Solusi Peningkatan Literasi & Numerasi di MIS Nor Rahman Banjarmasin
Dilansir dari detikEdu, salah satu penyebab rendahnya numerasi siswa Indonesia adalah kebiasaan malas membaca soal berbentuk cerita. Hal ini terjadi karena tingkat literasi juga masih rendah, sehingga anak-anak kesulitan memahami narasi sebelum sampai pada inti soal matematika.
Sebagai salah satu Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) di Banjarmasin, MIS Nor Rahman dapat mengambil peran strategis dalam memperkuat kemampuan literasi sekaligus numerasi siswanya dengan beberapa langkah:
1. Integrasi Literasi ke dalam Soal Matematika
- Guru menyiapkan soal matematika berbasis cerita pendek yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa, misalnya tentang belanja di pasar, waktu sholat, atau perjalanan ke sekolah.
- Cerita dibuat singkat namun penuh konteks, agar anak terbiasa membaca sekaligus menghitung.
2. Program βMatematika Ceritaβ Mingguan
- Setiap pekan, siswa diberi tantangan menyelesaikan soal matematika berbentuk cerita.
- Hasilnya bisa dipresentasikan di depan kelas untuk melatih pemahaman bacaan, logika numerasi, dan kemampuan komunikasi.
3. Pojok Baca Numerasi
- Membuat sudut baca di kelas berisi buku cerita bergambar yang menyisipkan soal numerasi sederhana.
- Contoh: buku cerita tentang pedagang buah dengan pertanyaan jumlah, harga, atau waktu.
4. Kolaborasi Guru PAI & Matematika
- Guru Pendidikan Agama Islam bisa menyisipkan soal numerasi dalam konteks ibadah, misalnya menghitung zakat, waktu sholat, atau pembagian waris sederhana.
- Hal ini membuat numerasi terasa relevan dengan nilai keislaman sehari-hari.
5. Pemanfaatan Teknologi
- Menggunakan aplikasi pembelajaran interaktif sederhana (misalnya Kahoot, Wordwall, atau aplikasi edukasi berbasis Android) untuk mengemas soal cerita jadi lebih menarik.
- Hal ini sesuai dengan semangat transformasi digital pendidikan yang sedang digalakkan Kemenag dan UIN Siber Cirebon.
π Dengan langkah-langkah ini, MIS Nor Rahman Banjarmasin dapat menjadi sekolah percontohan dalam penguatan literasi-numerasi Islami berbasis digital, sekaligus menyiapkan siswa yang siap menghadapi tantangan pendidikan di era baru.
Tinggalkan Komentar