Bullying verbal sering dianggap sebagai candaan biasa. Padahal, kata-kata yang menyakitkan dapat meninggalkan luka di hati seseorang. Melalui cerpen ini, Nur Aqila Humaira, siswi Kelas 5A MIS Nor Rahman, mengajak pembaca untuk memahami pentingnya menjaga ucapan dan saling menghormati antarteman. Cerpen ini menjadi karya perdana yang dipublikasikan dalam Program Duta Literasi Website Kelas 5A MIS Nor Rahman.
Mita sedang berada di ruang guru untuk mengambil sesuatu dari Ibu Rifa. Setelah selesai, ia berjalan kembali menuju kelas. Di tengah perjalanan, tiba-tiba terdengar suara teriakan dari arah kelasnya.
“Yanto… Yanto!”
Mita merasa penasaran. Ia segera berlari menuju kelas karena khawatir terjadi sesuatu. Sesampainya di kelas, ternyata Budi dan Ucup sedang bertengkar hingga hampir berkelahi.
“Ada apa? Kenapa tidak ada yang melerai mereka?” tanya Mita.
Suasana kelas sempat hening. Tidak lama kemudian, Asep berteriak, “Hei, ada ketua kelas! Berhentilah kalian berdua!”
Mita segera maju untuk melerai mereka. Setelah beberapa menit, pertengkaran akhirnya berhasil dihentikan. Wajah Budi dan Ucup tampak merah, sementara pakaian mereka terlihat kusut.
Melihat kejadian itu, Mara segera melapor kepada Ibu Rifa. Keduanya kemudian dipanggil ke ruang guru untuk dimintai penjelasan.
“Apa yang sebenarnya terjadi? Siapa yang memulai masalah ini?” tanya Ibu Rifa.
Awalnya mereka saling menyalahkan. Namun setelah dinasihati agar berkata jujur, Budi akhirnya menceritakan kronologi kejadian.
Ia mengaku bahwa sehari sebelumnya ia mengejek Ucup dengan menyebut nama orang tuanya. Ucup merasa tersinggung dan menyimpan rasa kesal hingga akhirnya pertengkaran terjadi di sekolah.
Mendengar penjelasan tersebut, Ibu Rifa memberikan nasihat kepada keduanya.
“Perbuatan seperti mengejek, menghina, atau memanggil teman dengan sebutan yang buruk termasuk bullying verbal. Hal seperti itu tidak boleh dilakukan karena dapat menyakiti perasaan orang lain.”
Budi dan Ucup pun menyadari kesalahan mereka. Keduanya saling meminta maaf dan berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi.
Tamat.
Jagalah lisan dan ucapan kepada siapa pun. Kata-kata yang baik dapat menghadirkan persahabatan, sedangkan kata-kata yang buruk dapat menimbulkan permusuhan. Mari saling menghormati, saling menghargai, dan bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk perundungan.
Penulis: Nur Aqila Humaira
Kelas: 5A MIS Nor Rahman
Program: Duta Literasi Website Kelas 5A MIS Nor Rahman
Tinggalkan Komentar