Banjarmasin — Tidak semua anak berani mengambil langkah besar demi pendidikan. Namun Muhammad Dzaki Ansari, remaja 13 tahun asal Kabupaten Tanah Laut, membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk bermimpi besar. Ia rela merantau sejauh 65 kilometer hanya untuk bisa bersekolah di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 20 Banjarbaru.
Dzaki datang bukan sekadar untuk menuntut ilmu. Ia datang dengan misi mulia: memperbaiki nasib keluarga. Hidupnya berubah sejak sang ayah menikah lagi dan meninggalkan mereka. Kini, sang ibu menjadi tulang punggung, bekerja serabutan demi membiayai Dzaki dan kedua adiknya.
“Yang daftarin mama. Masuk Sekolah Rakyat buat bantu perekonomian keluarga,” ujar Dzaki dengan suara bergetar saat bertemu Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), yang berkunjung ke sekolahnya.
Meski hidup sederhana, semangat Dzaki tidak pernah padam. Ia percaya pendidikan adalah jalan utama untuk mengangkat derajat keluarganya. Dzaki yakin bahwa Sekolah Rakyat adalah jembatan menuju masa depan yang lebih cerah.
Saat diminta menunjukkan kemampuan Bahasa Inggrisnya di depan Gus Ipul dan sempat salah, Dzaki justru mendapat dukungan hangat.
“Tidak apa-apa kalau salah. Awalnya karena tidak bisa, maka belajar. Nanti guru-guru akan membimbing,” kata Gus Ipul sambil meneguhkan keyakinan para siswa.
Pesan sederhana itu membuat Dzaki makin yakin bahwa ia tidak sendirian dalam perjuangan.
Di balik perjuangannya, Dzaki menyimpan cita-cita besar: ia ingin menjadi seorang tentara. Baginya, profesi itu bukan hanya soal seragam dan kebanggaan, melainkan juga jalan untuk mengubah nasib keluarga.
“Kalau bisa jadi tentara, saya bisa bahagiakan mama dan angkat derajat keluarga,” ucapnya penuh harap.
Cita-cita ini menjadi bahan bakar bagi semangat belajarnya. Ia tahu jalan yang ditempuh tidak mudah, tapi Dzaki percaya bahwa disiplin, doa, dan kerja keras akan membawanya sampai ke sana.
Kisah Dzaki adalah pengingat penting bagi para siswa, termasuk di MIS Nor Rahman Banjarmasin, bahwa mimpi besar hanya bisa diraih dengan kerja keras dan tekad kuat. Keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berusaha.
Dzaki membuktikan, meski berasal dari keluarga sederhana, pendidikan bisa menjadi pintu untuk mengubah segalanya.
Sebelum meninggalkan sekolah, Gus Ipul menutup kunjungannya dengan pesan penuh semangat:
“Pokoknya semangat belajar, disiplin, InsyaAllah cita-cita kalian tercapai.”
Pesan itu kini menjadi bahan bakar semangat Dzaki, sekaligus inspirasi bagi siapa pun yang tengah berjuang demi pendidikan.
📌 Sumber asli kisah: AntaraNews via Merdeka.com
Tinggalkan Komentar