Banjarmasin beberapa pekan terakhir mengalami pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah. Kondisi ini memunculkan berbagai pertanyaan dari masyarakat. Ada yang mengira pasokan batu bara menipis, ada pula yang menduga terjadi krisis energi. Namun, berdasarkan penjelasan resmi yang disampaikan pihak PLN, penyebab utamanya bukan karena kekurangan bahan bakar, melainkan gangguan teknis pada salah satu pembangkit listrik terbesar di Kalimantan.
Pemadaman bergilir yang terjadi di Kalimantan Selatan, termasuk Kota Banjarmasin, disebabkan oleh kerusakan mesin pada Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Bangkanai yang berada di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah.
PLTGU Bangkanai merupakan salah satu pembangkit dengan kapasitas daya terbesar yang memasok kebutuhan listrik untuk wilayah Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, hingga Kalimantan Timur. Ketika salah satu unit utama mengalami kerusakan, kemampuan sistem kelistrikan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan ikut berkurang.
Akibatnya, PLN menerapkan pemadaman bergilir sebagai langkah menjaga kestabilan jaringan listrik agar tidak terjadi gangguan yang lebih luas.
PLN menjelaskan bahwa pemadaman bergilir dilakukan agar seluruh pelanggan tetap memperoleh pasokan listrik secara bergantian. Dengan cara ini, beban listrik dapat dibagi sehingga sistem tetap stabil selama proses perbaikan berlangsung.
Kepala ULP PLN Buntok, Vivin Aprianor, mengibaratkan kondisi tersebut seperti empat orang yang mengangkat beban bersama. Ketika satu orang yang paling kuat tidak dapat bekerja karena sakit, tiga orang lainnya tetap berusaha mengangkat beban dengan cara membaginya secara bergantian.
Analogi ini menggambarkan bahwa saat salah satu pembangkit besar mengalami gangguan, pembangkit lain tetap beroperasi, tetapi kapasitasnya belum mampu menggantikan seluruh daya yang hilang.
PLN menyampaikan bahwa teknisi terus melakukan perbaikan. Namun, sebagian suku cadang yang dibutuhkan harus didatangkan dari luar negeri sehingga proses pemulihan memerlukan waktu lebih lama.
Selama masa perbaikan tersebut, masyarakat masih berpotensi mengalami pemadaman bergilir sesuai kondisi sistem kelistrikan.
PLN juga menegaskan bahwa kondisi ini tidak disebabkan oleh kelangkaan batu bara maupun gas alam. Gangguan yang terjadi murni berasal dari kerusakan teknis pada mesin pembangkit listrik.
Penjelasan ini penting agar masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Dalam pelaksanaan pemadaman bergilir, PLN menyatakan tetap mengutamakan layanan publik seperti rumah sakit, puskesmas, SPBU, serta fasilitas penting lainnya.
Sebelum dilakukan pemadaman di jalur yang melayani fasilitas tersebut, PLN berkoordinasi terlebih dahulu untuk memastikan kesiapan genset agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.
Selama proses perbaikan berlangsung, masyarakat diharapkan dapat menggunakan listrik secara bijak dan mempersiapkan langkah antisipasi apabila terjadi pemadaman, seperti:
Diharapkan setelah perbaikan PLTGU Bangkanai selesai dan seluruh sistem kembali normal, pasokan listrik di Banjarmasin serta wilayah Kalimantan lainnya dapat kembali stabil seperti sediakala.
Tinggalkan Komentar