Untuk memberi gambaran yang lebih utuh, Anda dapat membaca jurnal aslinya melalui viewer berikut:
Perkembangan teknologi digital mengubah cara siswa belajar, berkomunikasi, dan mengakses informasi. Kondisi ini menuntut kehadiran pedoman etis yang jelas, terutama dalam Pendidikan Agama Islam (PAI). Jurnal “Etika Digital dalam Pendidikan Agama Islam” karya Muhammad Hafiz Ansyari dan tim menghadirkan analisis komprehensif mengenai bagaimana nilai Islam dapat membimbing perilaku digital generasi muda.
Artikel ilmiah ini tidak hanya membahas prinsip moral, tetapi juga memetakan tantangan serta peluang yang muncul di era digital, sekaligus menunjukkan bagaimana PAI berperan dalam membentuk karakter yang lebih bijak dalam menggunakan teknologi.
Penelitian ini bertujuan:
Para penulis menggunakan pendekatan studi pustaka sekaligus menyusun sintesis dari beragam literatur, sehingga artikel ini terasa terarah dan mudah diikuti. Peneliti juga menunjukkan adanya gap pada penelitian terdahulu yang masih membahas etika digital secara parsial.
Artikel ini menegaskan bahwa penggunaan teknologi tetap berada dalam bingkai nilai moral. Beberapa prinsip utama yang ditekankan antara lain:
Penulis mengaitkan prinsip qaulan—seperti qaulan sadidan dan qaulan kariman—dengan cara berbicara di media sosial. Pendekatan ini membuat ajaran Islam terasa relevan dan aplikatif bagi pengguna internet.
Artikel juga menyinggung isu modern seperti penyalahgunaan data, privasi digital, dan keamanan informasi, yang dipadukan dengan nilai amanah dan keadilan dalam Islam.
Menurut jurnal ini, PAI memiliki peran yang sangat strategis dalam membentuk karakter digital siswa. Peran tersebut terlihat dalam tiga hal utama:
Materi akhlak, adab, serta prinsip tabayyun menjadi fondasi penting bagi siswa saat berinteraksi dengan teknologi.
Guru PAI bukan hanya penyampai materi, tetapi juga contoh dalam penggunaan media digital yang bijak dan bertanggung jawab.
Pembelajaran PAI dapat memasukkan topik seperti hoaks, cyberbullying, dan etika bermedia sosial sehingga siswa mampu menilai informasi secara kritis.
Pendekatan ini membuat PAI semakin relevan dan mampu menjawab tantangan era digital.
Jurnal ini memberi gambaran realistis tentang berbagai masalah yang muncul:
Masalah-masalah ini menunjukkan perlunya upaya pendidikan yang tidak hanya memberi materi, tetapi juga membangun kesadaran moral yang konsisten.
Meskipun penuh tantangan, era digital juga memberi banyak peluang. Teknologi membuka ruang bagi:
Jika dimanfaatkan dengan baik, teknologi dapat menjadi media penguatan akhlak, bukan sebaliknya.
Jurnal Etika Digital dalam Pendidikan Agama Islam menyajikan pemahaman yang lengkap dan terstruktur mengenai bagaimana nilai Islam dapat menjadi pedoman dalam kehidupan digital. Kajian ini relevan bagi pendidik, peneliti, dan siapa pun yang ingin membangun budaya digital yang lebih beradab.
Artikel ini berhasil menegaskan bahwa pembentukan etika digital memerlukan tiga pilar:
Ketiganya perlu berjalan bersama agar peserta didik tidak hanya cerdas teknologi, tetapi juga memiliki karakter Islami yang kokoh.
Tinggalkan Komentar