Puasa Muharram bukan sekadar ibadah sunnah biasa. Ia adalah puasa paling utama setelah Ramadhan, bahkan melebihi puasa di bulan Sya’ban yang sering dikerjakan Nabi Muhammad SAW. Tapi seperti apa hukum, tata cara, dan keutamaannya menurut para ulama? Berikut ulasan lengkapnya.
Puasa Muharram adalah puasa sunnah yang dikerjakan di bulan Muharram, bulan pertama dalam kalender Hijriah. Hukum puasa ini sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan), terutama pada tanggal 9 (Tasu’a), 10 (Asyura), dan 11 Muharram.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sebaik-baik puasa setelah Ramadhan adalah di bulan Allah, yaitu Muharram…”
(HR Muslim)
Menurut Imam an-Nawawi, hadits ini adalah dalil kuat bahwa puasa Muharram adalah puasa paling utama setelah Ramadhan, meskipun Nabi SAW lebih sering berpuasa di bulan Sya’ban karena mungkin ada uzur saat Muharram.
Berikut lima keutamaan utama dari puasa di bulan Muharram:
Sebagaimana hadits dari HR Muslim, puasa di bulan Muharram dinilai lebih utama dibanding puasa sunnah lainnya.
Berpuasa di bulan-bulan suci memiliki nilai tersendiri. Muharram adalah salah satu dari empat bulan haram (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab).
“Barangsiapa berpuasa sehari di bulan Muharram, maka baginya pahala seperti puasa 30 hari.”
(HR Thabrani, sanad hasan)
“Puasa hari Asyura (10 Muharram) menghapus dosa setahun yang lalu.”
(HR Muslim)
Nabi menganjurkan puasa pada 9 dan/atau 11 Muharram untuk membedakan dengan Yahudi yang hanya berpuasa di hari ke-10.
Niat cukup di dalam hati, tapi disunnahkan diucapkan secara lisan, seperti:
Catatan: Niat puasa sunnah boleh dilakukan di pagi hari sebelum zawal (matahari tergelincir), asalkan belum makan/minum sejak subuh.
Disunnahkan makan sahur, dan lebih utama dilakukan menjelang waktu subuh.
Menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa sejak subuh hingga maghrib.
Menjaga lisan, pandangan, dan perbuatan dari hal-hal buruk.
“Banyak orang berpuasa, tapi tidak mendapatkan apa-apa selain lapar dan haus.” (HR Ibnu Majah)
Disunnahkan untuk segera berbuka begitu azan maghrib berkumandang.
Menurut ulama, tingkatan puasa terbaik di bulan ini adalah:
Imam Al-Qurthubi menjelaskan:
“Karena Muharram adalah awal tahun Hijriah, maka sepatutnya dia dibuka dengan ibadah terbaik yaitu puasa.”
(ad-Dibaj ‘ala Muslim, Juz III, h. 251)
Puasa Muharram adalah kesempatan emas untuk memulai tahun dengan ibadah terbaik. Jangan lewatkan momen Tasu’a dan Asyura sebagai ladang amal yang sangat besar pahalanya.
Sumber:
NU Online – Panduan Puasa Muharram: Tata Cara, Hukum, dan Keutamaannya
Tinggalkan Komentar