Kabar mengejutkan datang dari Medan, Sumatera Utara. Seorang anak berusia 9 tahun membakar 13 rumah warga hanya karena terinspirasi dari game yang sering ia mainkan. Kasus ini bikin banyak orang tua khawatir—seberapa besar sih pengaruh game terhadap perilaku anak?
Tenang, kamu nggak sendirian. Artikel ini akan bantu kamu pahami kasus ini dan bagikan 5 saran dari psikolog agar anak bisa tetap menikmati teknologi tanpa kehilangan kontrol.
Seorang bocah SD diduga membakar rumah-rumah di kawasan padat penduduk di Medan karena ingin meniru aksi dalam game. Ia mengaku menyalakan api menggunakan korek gas, dan bahkan melakukan aksinya di tiga lokasi berbeda.
Motifnya?
Karena “pengen coba seperti di game”.
Menurut psikolog anak dan remaja Anna Surti Ariani (Nina), saat anak-anak sering main game tanpa pendampingan, mereka bisa kehilangan batas antara dunia nyata dan fantasi. Ini lebih rawan terjadi kalau anak masih usia dini dan belum bisa berpikir kritis secara matang.
1. Dampingi Anak Saat Bermain Game
Jangan lepas tangan. Tahu game apa yang mereka mainkan, dengan siapa, dan berapa lama. Sesekali ikut main bareng supaya tahu kontennya.
2. Kenalkan Konsep Realitas vs Fantasi
Ajari anak bahwa apa yang mereka lihat di game atau film itu tidak bisa dilakukan di dunia nyata. Misalnya, bakar-bakaran di game bukan hal yang bisa ditiru.
3. Batasi Waktu Bermain Gadget
Idealnya, anak usia sekolah dasar hanya boleh main gadget maksimal 1 jam per hari. Sisanya? Ajak mereka aktivitas fisik atau kreatif lainnya.
4. Perkuat Komunikasi dalam Keluarga
Ajak ngobrol anak, tanya apa yang mereka sukai, apa yang bikin mereka penasaran. Anak yang dekat dengan orang tuanya akan lebih terbuka dan mudah diarahkan.
5. Ajarkan Anak Mengelola Emosi
Game kadang jadi pelarian anak saat kesal atau stres. Ajar mereka cara yang sehat untuk meluapkan emosi—seperti menggambar, olahraga, atau cerita ke orang tua.
Kasus ini adalah peringatan penting bagi kita semua—bahwa teknologi bisa jadi alat yang bermanfaat atau berbahaya, tergantung bagaimana kita mengarahkannya. Sebagai orang tua atau pendidik, kita punya peran besar dalam menjaga anak tetap aman dan sehat, baik secara fisik maupun mental.
📌 Sumber:
Kompas.com – Anak Bakar 13 Rumah karena Terinspirasi Game, Psikolog Beri 5 Saran Ini ke Para Orang Tua
Tinggalkan Komentar