Dalam dunia pendidikan, kisah sukses para santri selalu menjadi inspirasi bagi banyak orang. Salah satunya adalah Halisa Nur Assyifa, seorang alumni MI Nor Rahman yang kini tengah menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Nurul Jannah, Banjarmasin. Dengan dedikasi dan kerja kerasnya, Halisa berhasil meraih prestasi membanggakan di semester pertamanya di kelas 1 Wustho Tsa yaitu meraih Juara Pertama.
Saat ditanya alasan memilih Pondok Pesantren Nurul Jannah, Halisa menjawab dengan mantap, “Saya ingin mendalami ilmu agama sekaligus tetap bisa belajar ilmu umum.” Baginya, pesantren adalah tempat yang tepat untuk mendapatkan keseimbangan antara pendidikan agama dan pendidikan umum, sehingga ia bisa mengembangkan diri secara menyeluruh.
Halisa merasakan perbedaan yang cukup signifikan antara belajar di sekolah dasar dan di pesantren. “Di sekolah dulu, saya lebih banyak mempelajari pelajaran umum, sedangkan di pesantren saya lebih banyak mempelajari ilmu agama,” ungkapnya. Meski demikian, ia menikmati proses pembelajaran di pesantren yang lebih intens dan mendalam.
Dari berbagai mata pelajaran yang ada, Halisa paling menyukai Tarikh (sejarah Islam). “Saya suka tentang sejarah Nabi Muhammad SAW, karena banyak pelajaran berharga yang bisa diambil dari perjalanan hidup beliau,” katanya. Untuk menghafal dan memahami materi dengan baik, ia meluangkan waktu khusus untuk menghafal dan mengulang pelajaran yang telah dipelajari sebelumnya.
Ketika ditanya tentang kebiasaan belajar yang membantunya meraih prestasi, Halisa menekankan pentingnya fokus saat guru mengajar dan mencatat poin-poin penting dari setiap pelajaran. “Saya selalu berusaha fokus apabila ustadzah sedang menjelaskan dan mencatat hal-hal yang penting,” ujarnya. Selain itu, ia merasa terbantu oleh bimbingan guru dan kebersamaan dengan teman-teman dalam belajar bersama.
Dengan semangat yang tinggi, Halisa bercita-cita menjadi seorang ustadzah. “Saya ingin ilmu yang saya pelajari bisa bermanfaat bagi orang lain,” katanya. Baginya, berbagi ilmu adalah bentuk ibadah yang bisa memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
Sebagai penutup, Halisa memberikan motivasi kepada adik-adiknya yang masih menempuh pendidikan di MI Nor Rahman. “Selalu semangat dalam belajar, jangan menyerah, dan luangkan waktu untuk belajar. Dengan usaha dan doa, insyaAllah semua impian bisa tercapai.”
Kisah Halisa Nur Assyifa adalah bukti bahwa dengan kerja keras, fokus, dan doa, setiap santri bisa meraih prestasi gemilang dan mencapai cita-citanya. Semoga perjalanan inspiratifnya dapat menjadi motivasi bagi para generasi penerus!.
Tinggalkan Komentar