Cirebon, 14 Agustus 2025 — Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon mencetak sejarah dengan menggelar wisuda terbesar sepanjang berdirinya. Dilansir dari info.syekhnurjati.ac.id, sebanyak 2.237 wisudawan dari lima fakultas resmi dikukuhkan dalam prosesi yang berlangsung selama tiga hari, 12–14 Agustus 2025, di sebuah hotel kawasan Kedawung, Cirebon.

Acara ini juga menjadi momen penting bagi Program Sarjana Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Pendidikan Agama Islam (PAI), yang untuk pertama kalinya meluluskan 77 mahasiswa. Sebanyak 49 wisudawan mengikuti prosesi secara daring, sedangkan 28 lainnya hadir langsung di lokasi.
Di antara mahasiswa PJJ PAI tersebut, terdapat Muhammad Hafiz Ansyari, tenaga pendidik di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Nor Rahman Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Saat ini Hafiz berada di semester 7 dan menjadi calon lulusan PJJ PAI Angkatan 2. Ia aktif menggabungkan metode pembelajaran konvensional dengan pendekatan digital, sejalan dengan misi UIN Siber Cirebon dalam mencetak pendidik adaptif di era teknologi.
Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Dr. H. Saifuddin, M.Ag., menjelaskan bahwa lulusan UIN Siber telah dibekali kompetensi digital dan pengalaman internasional, termasuk program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) dan KKN Internasional di Malaysia dan Arab Saudi. FITK juga memperkenalkan SICAGUR (Sistem Informasi Calon Guru) untuk memfasilitasi alumni dalam meniti karier sebagai pendidik.
Rektor UIN Siber Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menegaskan komitmen kampusnya untuk menjadi universitas digital unggulan melalui pendekatan Digital Multimedia University (DMU) dan Open Islamic Education Resources (OIER), dengan prioritas pada green campus, riset inovatif, kemitraan industri, dan integrasi layanan digital satu data.
Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. M. Arskal Salim GP, M.Ag., dalam sambutannya menekankan pentingnya penguasaan teknologi digital, kecerdasan buatan (AI), dan soft skill sebagai bekal generasi muda di tengah era disrupsi. “AI bisa menggantikan banyak pekerjaan teknis, tetapi empati, kreativitas, dan kepemimpinan tetap menjadi keunggulan manusia,” ujarnya.
Keterlibatan mahasiswa seperti Muhammad Hafiz Ansyari menjadi bukti bahwa pendidikan jarak jauh berbasis teknologi mampu menjangkau dan memberdayakan pendidik dari berbagai daerah di Indonesia, sekaligus mempersiapkan mereka untuk menjadi lulusan yang unggul dan berdaya saing global.
Selamat dan sukses selalu sampai pada waktu wisada nanti
Alhamdulillaah,Selamat dan sukses, InshaAllaah akan dapat menyelasikanya denga baik dan sukses
Tinggalkan Komentar