Oleh: Muhammad Hafiz Ansyari
Guru MIS Nor Rahman Banjarmasin
Alhamdulillah, pada Rabu, 20 Agustus 2025, saya bersama seluruh dewan guru MIS Nor Rahman berkesempatan mengikuti Pelatihan Moderasi Beragama dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang digelar KKMI Banjarmasin Selatan di Wisma PGRI Kalimantan Selatan.
Bagi saya pribadi, pelatihan ini sangat berharga. Selain memberi pemahaman baru, ia juga memperkuat langkah-langkah yang sudah lama berjalan di madrasah kami.
Sebelum pelatihan ini, MIS Nor Rahman sebenarnya sudah membiasakan berbagai kegiatan yang sejalan dengan nilai KBC.
Selain itu, MIS Nor Rahman juga memiliki komitmen kuat pada lingkungan. Pada tahun 2022, madrasah kami tercatat sebagai salah satu Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.
Dalam pelatihan KBC, kami diingatkan kembali bahwa pendidikan bukan hanya soal akademik, tapi juga menanamkan nilai kasih sayang, kepedulian, dan cinta dalam setiap aspek kehidupan siswa.
Ada enam aspek cinta yang ditekankan: cinta kepada Allah, Rasulullah, diri sendiri, sesama, lingkungan, dan bangsa. Saat saya merenung, enam nilai ini ternyata sudah ada dalam kegiatan harian kami. Membaca Aqidatul Awam menumbuhkan cinta agama, AKSI menumbuhkan cinta diri dan percaya diri, Jumat Taqwa menumbuhkan cinta ibadah, sedangkan program Adiwiyata menjaga cinta lingkungan.
Pelatihan ini membuat saya semakin yakin bahwa program-program yang sudah berjalan di MIS Nor Rahman adalah wujud nyata implementasi Kurikulum Berbasis Cinta. Tinggal bagaimana kami memperkuat dan memaknainya lebih dalam.
Bagi saya, mengajar dengan cinta berarti hadir di kelas bukan hanya sebagai pengajar, tapi juga sebagai teladan kasih sayang. Saya ingin anak-anak belajar dengan hati yang gembira, merasa dihargai, dan tumbuh menjadi pribadi yang peduli pada sesama dan lingkungannya.
Dengan pembiasaan yang sudah berjalan dan dukungan dari pelatihan KBC, saya optimis MIS Nor Rahman akan semakin kuat sebagai madrasah yang mencetak generasi cerdas, berakhlak, dan penuh cinta.
Tinggalkan Komentar