(Sebuah Novel Islami tentang Tauhid dan Keimanan)
Matahari perlahan tenggelam di ufuk barat. Langit berubah menjadi warna jingga keemasan. Angin sore berhembus lembut, menggerakkan dedaunan di tepi sungai.
Di pinggir sungai, seorang pemuda duduk sendirian. Namanya Azzam. Ia menatap air yang mengalir pelan, seolah membawa pikirannya yang kacau.
Hari ini terasa berat baginya. Ayahnya sedang sakit parah, dan ibunya terlihat lelah mengurus semuanya. Azzam ingin membantu, tetapi ia tidak tahu harus berbuat apa.
“Mengapa semua ini terjadi?” pikirnya.
Ia menghela napas panjang. Hatinya dipenuhi pertanyaan. Mengapa Allah membiarkan keluarganya menderita? Apakah Allah tidak mendengar doa-doanya?
Suara azan magrib terdengar dari kejauhan. Azzam menunduk, lalu berdiri perlahan.
“Mungkin Kyai Nawawi bisa menjawab pertanyaanku.”
Dengan langkah berat, ia berjalan pulang. Malam ini, ia berjanji akan menemui Kyai Nawawi untuk mencari jawaban.
Tinggalkan Komentar