Kebijakan pengesahan RUU APBN 2026 dengan alokasi fantastis Rp335 triliun untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) menimbulkan tanda tanya besar. Terutama karena sebagian besar dana, yakni Rp223 triliun atau 83,4 persen, disedot dari pos pendidikan.
Di atas kertas, MBG memang terlihat mulia. Memberikan asupan gizi untuk anak sekolah seolah jadi solusi jangka pendek menghadapi masalah stunting dan kesehatan generasi muda. Namun kenyataan di lapangan justru menampar. Hingga 21 September 2025, lebih dari 6.400 siswa tercatat keracunan akibat menu MBG. Alih-alih menyehatkan, program ini malah menimbulkan korban massal.
Dalam situasi seperti ini, ada satu pertanyaan mendasar: mengapa dana pendidikan justru dialihkan ke program pangan, sementara masalah fundamental dunia pendidikan sendiri masih dibiarkan?
Mari kita jujur, kualitas pendidikan Indonesia tidak bisa hanya diukur dari makanan gratis. Pendidikan adalah soal guru—mereka ujung tombak yang setiap hari berhadapan dengan anak-anak. Sayangnya, jutaan guru di negeri ini masih hidup jauh dari kata sejahtera.
Bagaimana mungkin kita berharap anak-anak mendapatkan pendidikan berkualitas jika pendidiknya sendiri kesulitan memenuhi kebutuhan hidup?
Tidak ada yang salah dengan niat memberi makan bergizi. Tetapi menyehatkan generasi bangsa harus dimulai dari akarnya: pendidikan yang kokoh. Itu berarti memperbaiki kondisi sekolah yang rusak, membangun sarana belajar yang layak, dan yang paling penting, menaikkan kesejahteraan guru.
Dana Rp223 triliun yang disedot dari pos pendidikan untuk MBG seharusnya bisa:
Jika guru sejahtera, mereka bisa mengajar dengan tenang dan fokus. Jika sekolah layak, anak-anak bisa belajar dengan nyaman. Hasilnya, generasi yang sehat lahir bukan hanya dari makanan, tetapi juga dari pendidikan berkualitas yang membentuk pola pikir, karakter, dan daya saing global.
Pemerintah tidak boleh terjebak pada gimmick populis. MBG memang baik, tapi bukan solusi utama. Yang harus dilakukan adalah:
Membangun bangsa dimulai dari mereka yang mengajar, bukan sekadar dari apa yang disajikan di piring makan siang.
🔗 Sumber berita: CNN Indonesia, “MBG Sedot Dana Pendidikan Rp233 Triliun saat Ribuan Siswa Keracunan”, Rabu, 24 September 2025.
Tinggalkan Komentar