Sebagai Kepala Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Nor Rahman Banjarmasin, saya, Zaini, S.Pd.I., M.Pd, merasa memiliki tanggung jawab besar dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan di era digital. Dunia yang terus berkembang menuntut kita untuk beradaptasi agar bisa mencetak generasi yang siap bersaing. Oleh karena itu, saya ingin berbagi pengalaman dan rencana dalam menerapkan literasi digital di madrasah yang saya pimpin.
Saya berkesempatan mengikuti Pelatihan Kepala Madrasah Kerjasama Kankemenag Kota Banjarmasin dengan Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin pada 17-21 Februari 2025 yang membuka wawasan saya tentang pentingnya penguasaan teknologi dalam pendidikan. Selama pelatihan, saya belajar banyak hal baru, mulai dari bagaimana memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran hingga cara mengelola madrasah secara digital.
Salah satu hal menarik yang saya pelajari adalah konsep blended learning, yaitu metode pembelajaran yang menggabungkan tatap muka dengan teknologi digital. Saya juga diperkenalkan dengan berbagai platform pembelajaran interaktif seperti Wordwall, Quizizz, dan Kahoot, yang ternyata sangat efektif dalam membuat pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan bagi siswa.
Sepulang dari diklat, saya langsung berpikir bagaimana menerapkan teknologi di madrasah. Beberapa hal sudah mulai kami terapkan, sementara yang lainnya sedang dalam tahap persiapan agar bisa berjalan maksimal.
Berikut beberapa langkah yang telah dan akan kami lakukan:
Tentu saja, dalam perjalanan menuju madrasah digital, ada berbagai tantangan yang harus dihadapi. Beberapa di antaranya adalah keterbatasan akses internet di beberapa daerah, masih kurangnya pemahaman tentang teknologi, serta kebiasaan lama yang sulit diubah. Namun, dengan kerja sama dan semangat belajar, kami yakin semua tantangan ini bisa diatasi.
Ke depan, saya berharap madrasah ini bisa menjadi contoh dalam penerapan literasi digital. Dengan dukungan semua pihak, saya optimis madrasah digital bukan hanya mimpi, tetapi sesuatu yang benar-benar bisa diwujudkan.
Saya dan tim di madrasah akan terus berusaha agar teknologi bisa dimanfaatkan secara maksimal demi kemajuan pendidikan. Literasi digital bukan lagi pilihan, tetapi sebuah keharusan agar kita bisa mencetak generasi yang lebih siap menghadapi masa depan.