Info Sekolah
Senin, 24 Mei 3283
  • Selamat Datang Di Website resmi MI NOR RAHMAN Banjarmasin
  • Selamat Datang Di Website resmi MI NOR RAHMAN Banjarmasin
6 Maret 2024

Urgensi dan Implementasi Etika dan Profesi Guru di Era Transparansi Informasi

Rab, 6 Maret 2024 Dibaca 153x

Urgensi dan Implementasi Etika dan Profesi Guru di Era Transparansi Informasi

Oleh : Muhammad Hafiz Ansyari

 

Di era transparansi informasi saat ini, dimana teknologi semakin merasuki aktivitas sehari-hari, peran guru menjadi semakin rumit. Peran guru tidak hanya sekedar sebagai pendidik, namun etika dan profesionalismenya juga perlu dijunjung tinggi selaras dengan makin luasnya ketersediaan informasi. Tujuan artikel ini adalah untuk mengkaji pentingnya dan penerapan etika dalam profesi guru di era keterbukaan informasi.

Karena karakter dan nilai-nilai seseorang sangat tergantung dengan kualitas pendidikannya, maka guru menjadi garda terdepan dalam gerakan ini. Namun dikarenakan inovasi internet dan media sosial, begitu informasi mulai tersebar, informasi tersebut akan menjadi instan dan tersedia di ujung jari kita tanpa perlu bersusah payah. Oleh karena itu, pendidik mau tidak mau harus beradaptasi dengan baik terhadap perubahan ini dibarengi dengan peningkatan kode etik dan profesionalisme tingkat tinggi untuk memastikan bahwa guru terus menjadi panutan dan teladan serta individu yang dihormati di masyarakat.

Dalam hal etika guru, etika guru dianggap sebagai alat perekat yang menyatukan keyakinan masyarakat terhadap sistem pendidikan yang dapat dipercaya dan dengan demikian berdampak positif pada cara guru, siswa, dan orang tua berhubungan satu sama lain. Gagasan bahwa guru harus hidup berdasarkan standar etika membentuk akar kepercayaan yang kuat, yang memperkuat hubungan antara lembaga pendidikan dan masyarakat. Gagasan ini mempunyai peran positif yang luas, terutama dalam mengubah cara orang tua dan masyarakat luas memandang prinsip-prinsip yang ditanamkan kepada anak-anak mereka.

Pendidik yang beretika cenderung menunjukkan kepatuhan terhadap integritas dan tanggung jawab sebagai seorang guru, dan itu penting. Guru yang konsisten dalam berperilaku sesuai etika akan mendapatkan nama yang dapat dipercaya dan memberikan teladan hidup yang tepat bagi siswanya, sedangkan orang tuanya dapat yakin dan percaya bahwa anaknya dilindungi dan diperhatikan.

Kepercayaan orang tua dan masyarakat kepada guru membantu menciptakan suasana belajar yang baik. Orang tua yang yakin dan percaya pada perilaku baik guru lebih aktif dalam mendukung pendidikan anak-anak mereka. Selain itu, masyarakat juga lebih mendukung program pendidikan yang diadakan oleh sekolah.

Selain itu, ketika guru mematuhi norma-norma moral, itu akan menciptakan hubungan yang baik antara guru dan siswa. Siswa merasa lebih nyaman untuk berbicara dengan guru, bertanya, dan berbagi pikiran mereka. Lingkungan kelas yang penuh kepercayaan ini membuat suasana belajar menjadi positif, membantu siswa berkembang dengan baik.

Dengan kata lain, sikap dan perilaku  guru bukan hanya sebagai panduan moral pribadi, tetapi juga memberikan pengaruh besar dalam meningkatkan kualitas dan keberhasilan sistem pendidikan. Kepercayaan masyarakat kepada guru memiliki nilai yang sangat berharga, membawa dampak positif dalam belajar dan tumbuh kembang anak-anak, dan membentuk dasar yang kuat untuk membentuk karakter dan nilai-nilai yang baik dalam masyarakat.

Pembentukan dan pemeliharaan integritas dalam profesi pengajar merupakan inti dasar yang harus diperlakukan secara ketat. Meskipun konsep nilai dan etika sangat penting dalam cara guru melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, keduanya berfungsi untuk memastikan bahwa setiap langkah dan keputusan yang diambil oleh seorang guru berada dalam batasan moral dan profesional yang jelas.

Etika guru dianggap sebagai inti dari suasana pembelajaran yang baik dan penting untuk membantu kemajuan siswa. Dengan menjaga standar perilaku etis yang tinggi, guru tidak hanya memastikan bahwa mereka mengajar secara efektif tetapi juga mengembangkan hubungan yang saling menghormati dengan peserta didik. Mematuhi nilai-nilai profesional sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang meningkatkan motivasi, memicu kreativitas, dan mendorong keterlibatan aktif siswa.

Keberadaan guru yang mempunyai nilai-nilai etika menjadi penyebab timbulnya motivasi belajar siswa, ruang kelas yang aman, dan dorongan positif untuk menjadi individu yang lebih dewasa. Oleh karena itu, etika guru tidak hanya berdiri sebagai sebuah kode etik tetapi juga memainkan peran penting dalam menghasilkan pembelajaran yang efektif dengan pembentukan karakter dalam satu lingkungan.

Kemajuan pendidikan dan informasi yang berevolusi menjadikan pendidik harus siap menghadapi perubahan apa pun yang mungkin terjadi. Pengajaran yang sesuai etika tidak hanya tentang apa yang terjadi di kelas tetapi juga melibatkan penggunaan teknologi secara bertanggung jawab. Efeektifnya pembelajaran dan kebebasan mengakses informasi merupakan hasil penting dari adaptasi teknologi yang dilakukan guru selama proses pengajaran.

Oleh karena itu, penerapan etika guru dalam penggunaan teknologi harus didasarkan pada penghormatan terhadap privasi siswa dan, kedua, penggunaan sumber daya digital secara bertanggung jawab. Oleh karena itu, guru yang memiliki etika dalam penggunaan teknologi tidak hanya menciptakan lingkungan belajar yang kondusif tetapi juga menjaga integritas profesinya di tengah era keterbukaan informasi ini.

Pentingnya membuat dan mengimplementasikan kode etik profesi guru yang jelas tidak dapat dipandang remeh. Kode etik ini menjadi pedoman utama bagi guru dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka secara konsisten dan profesional. Dengan adanya kode etik yang jelas, para guru memiliki panduan yang konkret untuk mengarahkan perilaku dan keputusan mereka sehari-hari di dalam dan di luar kelas. Hal ini membantu memastikan bahwa setiap langkah yang diambil oleh seorang guru sesuai dengan standar moral dan profesional yang telah ditetapkan, serta membangun kepercayaan siswa, orang tua, dan masyarakat pada profesi guru secara keseluruhan. Selain itu, kode etik yang jelas juga memberikan kerangka kerja yang jelas untuk menilai dan mengevaluasi perilaku guru, serta memberikan dasar untuk tindakan disiplin jika terjadi pelanggaran etika. Dengan demikian, penerapan kode etik profesi guru menjadi kunci dalam menjaga integritas dan kualitas profesi guru, serta memberikan landasan yang kokoh untuk penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas.

Melibatkan orang tua, komite sekolah, dan pihak terkait lainnya dalam mengawasi dan mengevaluasi etika guru sangat sangatlah penting. Dengan melibatkan mereka, kita dapat memastikan bahwa perilaku guru tetap sesuai dengan nilai-nilai baik dan profesional. Orang tua, komite sekolah, dan pihak terkait memberikan pandangan tambahan yang dapat membantu memahami bagaimana guru berinteraksi dengan siswa dan apakah etika mereka terjaga. Ini bukan hanya untuk memastikan guru bertindak dengan baik, tetapi juga untuk membangun kepercayaan dan kerjasama yang kuat antara guru, orang tua, dan pihak sekolah. Dengan begitu, kita dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang positif dan mendukung bagi perkembangan siswa.

Memanfaatkan teknologi dalam pendidikan sangat membantu untuk membuat segalanya lebih jelas dan mudah diakses, terutama bagi orang tua. Contohnya, guru dapat menggunakan teknologi untuk memberikan informasi tentang apa yang sedang dipelajari oleh anak-anak dan bagaimana perkembangan mereka di sekolah. Semua informasi ini dapat diakses oleh orang tua secara online, sehingga mereka dapat lebih mudah mengikuti dan memahami bagaimana anak-anak mereka sedang berkembang. Ini membantu menciptakan transparansi, di mana orang tua dapat terlibat lebih aktif dalam mendukung pendidikan anak-anak mereka.

Sebagian guru mungkin merasa kurang suka atau enggan untuk mencoba hal-hal baru, terutama ketika ada perubahan seperti penggunaan teknologi untuk membuat segalanya lebih terbuka. Mereka mungkin merasa canggung atau takut karena teknologi baru. Tetapi seiring waktu, dengan dukungan dan bimbingan yang baik, banyak dari mereka bisa melihat manfaatnya. Jadi, penting untuk memberikan dukungan dan bantuan kepada guru-guru ini agar mereka dapat merasa lebih nyaman dan percaya diri dalam menggunakan teknologi untuk meningkatkan transparansi dalam pendidikan.

Salah satu tantangan yang dihadapi dalam membuat guru menyadari betapa pentingnya etika dan cara menerapkannya dalam pekerjaan mereka adalah karena mungkin tidak semua guru menyadari betapa pentingnya hal tersebut. Beberapa dari mereka mungkin belum sepenuhnya mengerti nilai etika dan bagaimana menerapkannya dalam pekerjaan sehari-hari mereka. Oleh karena itu, perlu upaya lebih dalam memberikan informasi dan pelatihan yang jelas tentang pentingnya berperilaku dengan baik di sekolah dan bagaimana etika dapat membantu mereka menjadi guru yang lebih baik. Dengan cara ini, diharapkan semua guru dapat lebih menyadari dan memahami peran etika dalam pekerjaan mereka.

Menanggapi tantangan teknologi dan menjaga privasi siswa serta guru saat menerapkan etika dan transparansi informasi itu seperti menjaga rahasia. Ketika kita menggunakan teknologi, kita harus hati-hati agar tidak membocorkan informasi pribadi tentang siswa atau guru kepada orang yang tidak seharusnya tahu. Ini seperti memiliki kotak rahasia yang hanya bisa dibuka oleh orang yang seharusnya saja, yaitu orang tua atau guru. Jadi, ketika kita menggunakan teknologi untuk berbagi informasi, kita perlu memastikan bahwa informasi pribadi tetap aman dan hanya bisa dilihat oleh orang-orang yang seharusnya melihatnya. Ini penting agar semua orang merasa nyaman dan privasi mereka dijaga dengan baik.

Ketika guru menerapkan etika dan profesionalisme, itu seperti mereka memakai pakaian yang membuat mereka terlihat baik sebagai pemimpin pintar dan baik hati. Etika adalah aturan-aturan yang membuat mereka bertindak dengan benar, sementara profesionalisme membuat mereka bekerja dengan serius dan fokus. Dengan memakai “pakaian” ini, guru menjadi lebih meyakinkan di mata orang lain, seperti teman-teman guru, siswa, dan orang tua. Itu artinya, orang lebih percaya dan menghormati guru karena mereka tahu guru berperilaku dengan baik dan serius dalam pekerjaannya. Jadi, implementasi etika dan profesionalisme membuat guru menjadi pemimpin yang dihormati dan dipercaya oleh semua orang.

Selanjutnya ketika guru selalu bertindak dengan baik dan melakukan pekerjaan mereka dengan sungguh-sungguh, seperti misalnya membantu siswa, memberi penghargaan, dan menjelaskan pelajaran dengan baik, mutu pendidikan menjadi lebih bagus. Ini karena guru yang menjunjung tinggi etika membuat suasana belajar menjadi menyenangkan dan membantu siswa untuk lebih memahami pelajaran. Jadi, dengan etika guru yang tinggi, belajar di sekolah menjadi lebih baik dan menyenangkan.

Etika guru itu seperti contoh bagaimana kita seharusnya berperilaku dengan baik. Guru yang menunjukkan contoh perilaku baik membantu siswa belajar cara menjadi orang yang bertanggung jawab dan baik hati. Jadi, etika guru membantu siswa tumbuh menjadi orang yang tahu bagaimana berperilaku yang baik dan memiliki nilai-nilai moral yang baik. Ini membantu membentuk kepribadian siswa menjadi lebih baik dan lebih bijaksana.

Kesimpulannya di zaman sekarang yang penuh informasi, penting bagi guru untuk berperilaku baik dan menjalankan tugas mereka dengan serius. Ini seperti fondasi atau dasar yang sangat penting untuk membuat sistem pendidikan berjalan dengan baik. Dengan cara ini, guru bisa menciptakan tempat belajar yang bagus dan membantu siswa tumbuh menjadi pribadi yang baik. Jadi, dengan bertindak dengan baik, guru memberikan pengaruh positif pada siswa, orang tua, dan semua orang di sekitar sekolah. Etika dan profesionalisme guru itu seperti kunci untuk membuat pendidikan menjadi lebih baik dan berkelanjutan di masa depan.

 

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Info Sekolah

MI Nor Rahman Banjarmasin

NPSN 60723165
Jl Kelayan B Gang Setiarahman RT 10 Kel. Kelayan Tengah Kec. Banjarmasin Selatan Kota Banjarmasin
TELEPON (0511)3273242
WHATSAPP -